Halalbihalal TMCC Gerlong 47 Bandung

Dalam acara tersebut akan ada rencana Pra Touring (Fun Touring) ke Kamojang, pada hari sabtu untuk tanggal nya di infokan di WA Group TMCC G47

Bakti Sosial Sumbangan Bencana Banjir - Longsor Cisalak Subang

Buka Puasa Bersama, Penyerahan Dana Sumbangan, Arisan dan Pertemuan Bulanan Telkom Motorcycles Community Gerlong 47 Bandung.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Touring to 2 Batu Tapak Cidahu Sukabumi

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

The First Touring Pangandaran

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

SEJARAH SMA 2 PURWOKERTO



Nama SMA Negeri 2 Purwokerto saat ini sudah tidak asing lagi bagi semua kalangan. Mulai dari anak-anak yang bercita-cita menempuh pendidikan di SMA Negeri 2 Purwokerto, sampai para alumni SMA Negeri 2 Purwokerto yang telah sukses di bidangnya masing-masing. Sekolah yang layak berpredikat sebagai Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) ini menempuh berbagai perjuangan sebelum menapaki puncak kejayaannya. Karena semakin tinggi usaha yang dilakukan, semakin baik hasil yang didapatkan.


Pada 1 Maret 1950, didirikanlah sekolah menengah atas pertama se-eks Karesidenan Banyumas oleh Jenderal Gatot Soebroto dan RM Ganda. Satu-satunya sekolah se-eks Karesidenan Banyumas tersebut bernama SMA Negeri Purwokerto yang ditujukan khusus pemuda pejuang yang tergabung dalam Tentara Pelajar dan Mobilisasi Pelajar. SMA Negeri Purwokerto berdiri megah di Jalan Gereja no. 20 yang sekarang menjadi lokasi SMP Negeri 2 Purwokerto. Gedung sekolah SMA Negeri Purwokerto masih sangat sederhana. Jumlah ruang kelasnya pun hanya 6 kelas dan 3 diantaranya adalah ruang darurat. Padahal jumlah siswa yang harus ditampung mencapai 30 kelas. Maka, KBM dilaksanakan sejak pukul 07.15 sampai pukul 15.30.
Pada akhirnya, Menteri PPK atau yang sekarang disebut MenDikNas membuat sebuah ketetapan yaitu membagi SMA Negeri Purwokerto menjadi 3 bagian. Pada bagian A untuk Sastra, B untuk Ilmu Pasti dan C untuk Ilmu Sosial. Setelah berjalan 5 tahun, tepatnya pada tahun 1955, SMA Negeri Purwokerto pindah lokasi ke Jalan Gatot Soebroto 69 yang merupakan gedung bekas MULO (sekolah setingkat SMP pada masa pendudukan Jepang). Akhirnya, SMA Negeri Purwokerto terus berkembang dan terjadi lonjakan hingga 26 kelas, yaitu 7 kelas A, 11 kelas B dan 8 kelas C.
Karena siswanya semakin melonjak, pemerintah merasa perlu membagi SMA Negeri Purwokerto menjadi dua bagian. Pertama SMA Negeri 1 Purwokerto untuk kelas Sastra dan Ilmu Sosial, kedua SMA Negeri 2 Purwokerto untuk kelas Ilmu Pasti. SMA Negeri 1 Purwokerto terletak di gedung bekas Karesidenan.
Kini SMA Negeri 2 Purwokerto telah berkembang menjadi Sekolah Bertaraf Internasional. Jumlah kelasnya pun cukup banyak, 27 kelas. Yang paling menonjol adalah SMA Negeri 2 Purwokerto telah menggunakan sistem moving class layaknya dunia perkuliahan. Dengan moving class, baik pelajar maupun pendidik di SMA Negeri 2 Purwokerto dapat lebih mengenal lingkungan SMA Negeri 2 Purwokerto. Namun, banyak juga siswa yang mengeluh karena barang-barang yang mereka bawa sering tertinggal. Namun, sebagian besar siswa SMA Negeri 2 Purwokerto memiliki kepuasan batin tersendiri dengan terselenggaranya moving class.
Fasilitas SMA Negeri 2 Purwokerto telah terbilang unggul. Fasilitas-fasilitas tersebut antara lain Perpustakaan (yang merupakan perpustakaan sekolah terbaik di Kabupaten Banyumas); Laboratorium Fisika, Kimia, Biologi, Komputer dan Bahasa; hotspot area dan internet; Ruang Bangsal beserta panggungnya; Lapangan Olahraga seperti Lapangan Sepakbola dan Lapangan Basket yang dindingnya penuh grafiti kreasi siswa; UKS; Toilet yang tersedia di berbagai tempat; Ruang Administrasi Sekolah; Tempat Beribadah; Ruang Administrasi Sekolah; Fasilitas ICT; Ruang BK; Sekretariat OSIS dan berbagai kegiatan ekstrakurikuler lainnya; Area Parkir Siswa dan Area Parkir Guru; Kantin ; dll.
Dalam hal kurikulum, SMA Negeri 2 Purwokerto pun lebih maju dibanding sekolah lain. Karena, SMA Negeri 2 Purwokerto adalah salah satu dari 40 sekolah pertama di Indonesia yang menggunakan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) yang kini diperbarui menjadi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), dua tahun lebih awal dibanding SMA lainnya. SMA Negeri 2 Purwokerto juga ditunjuk oleh pemerintah untuk mendirikan kelas Imersi yang menjadikan Bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar dalam beberapa mata pelajaran yang menjadi salah satu kebanggan sekolah kita.
Setelah menguak sejarah sekolah kita dari nol sampai menjadi seperti sekarang ini, tentunya kita wajib bersyukur telah dapat menimba ilmu di SMA Negeri 2 Purwokerto yang banyak dicita-citakan. Jangan hanya baeggaan nama SMA Negeri 2 Purwokerto dengan kata-kata. Namun, tingkah laku kita juga harus diwujudkan sebagai tingkah laku siswa SMADHA yang bermoral, beriman dan berwawasan internasional. Ungkapkan rasa syukur kita dengan menorehkan segudang prestasi sesuai potensi kita! Kita bangga menjadi siswa SMADHA!

SMA 2 PURWOKERTO RAIH MEDALI EMAS OLIMPIADE INTERNASIONAL

SETELAH sukses dengan diraihnya 3 medali perak dan 1 medali perunggu pada Olimpiade Sains Nasional di Medan, Sumatera Utara pada tanggal 1 sampai dengan 7 Agustus 2010 lalu, kini SMA NEGERI 2 PURWOKERTO berjaya kembali dengan perolehan prestasi yang sungguh sangat patut disyukuri. Prestasi tersebut adalah diraihnya Medali Emas pada event International Earth Science Olimpiad – IESO atau Olimpiade Kebumian Internasional. IESO adalah kompetisi siswa tingkat sekolah menengah atas di bidang ilmu Kebumian yang mencakup Geologi, Geofisika, Eceanografi, Meteorologi, dan Astronomi.
IESO dipayungi oleh International Geoscience Education Organisation (IGEO), organisasi internasional yang beranggotakan para pendidik/organisasi/institusi pendidikan ilmu Kebumian di seluruh dunia. Ajang bergengsi tersebut digelar pada tanggal 19 sampai dengan 27 September 2010 di UGM Yogyakarta.
Siswa terbaik yang berhasil mengharumkan nama SMA Negeri 2 Purwokerto tersebut adalah Ega Gita Prasastia, putri kedua pasangan Drs. J. Giwantoro dan Dra. Asti Wibowati yang lahir pada tanggal 30 November 1991 di Purwokerto.
Diakui Ega bahwa perjuangan dalam event ini sungguh berat. Dia harus bersaing dengan 150 siswa dari negara-negara di benua Asia, Afrika, dan Amerika. Semua peserta merupakan siswa-siswa terpilih dan terbaik yang berasal dari 19 negara. Dan, materi/soal olimpiade sangat bervariasi, tidak hanya terfokus pada satu bidang study saja. Pengetahuan akan oceanografi, meteorologi, astronomi, dan geologi mutlak harus juga dikuasai.
Ega adalah satu diantara dua siswa yang terpilih menjadi wakil Indonesia yang memperoleh Medali Emas. Satu siswa lainnya berasal dari SMAN 3 Yogyakarta. Sementara dari lima Medali Emas yang diperebutkan, 3 medali lainnya diperoleh Taiwan, Korea, dan Jepang.
Ini merupakan satu prestasi yang sangat membanggakan, mengingat secara nasional hanya dua Medali Emas yang diperoleh. Apalagi, dibanding tahun lalu dimana Indonesia hanya memperoleh satu Medali Perak.
Terima kasih yang tak terhingga dipersembahkan untuk para pembina yang telah membimbing putra-putra almamater tercinta sehingga menjadi yang terbaik.
Selamat dan jayalah SMA NEGERI 2 PURWOKERTO!